Berita Terkini

Penutupan Gunung Botak, Tambang Emas Legal akan Dibangun

By  | 
Pasca penutupan tambang emas ilegal di gunung Botak hari Sabtu (14/11), pemerintah kabupaten pulau Buru berencana membangun tambang emas legal di kawasan tersebut.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan daerah ungkap Bupati Pulau Buru Ramly Umasugi.

“Akan ada tambang untuk investasi dan tambang untuk rakyat. Tambang untuk rakyat itu sebesar 250 hektar,” ungkap Ramly.

Pekerja yang boleh bekerja dalam tambang rakyat tersebut adalah penduduk yang tergabung dalam koperasi daerah dan diperlukan pendataan penduduk agar dapat dipastikan siapa saja yang dapat bergabung dalam korperasi.

Ramly menambahkan tambang rakyat koperasi ini pun memiliki sistem yang berbeda sehingga diharapkan tidak akan merusak lingkungan.

“Pertama mekanisme pengambilan tidak menggunakan alat berat. Kemudian, kalau pun dibuat dalam bentuk galian batasannya sampai berapa meter. Kemudian, cara pengambilan tidak menggunakan merkuri, tapi ada sistem yang ramah lingkungan,” jelas Ramly.

Dia berharap tambang rakyat koperasi ini sudah dapat beroperasi pada bulan Desember 2015.
Penutupan sudah sering

Sementara itu, penutupan tambang emas gunung Botak yang sudah beroperasi sejak tahun 2011 ditanggapi beragam oleh warga.

Ibrahim Wael -seorang tokoh adat pulau Buru- gembira mendengar kabar tersebut karena sejak adanya tambang emas ilegal terjadi terjadi kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Namun dia pesimistis bahwa penutupan tambang ilegal akan untuk selamanya.

“Kalau ada kelompok yang menentang kebijakan pemerintah, itu perlu dipelajari di belakang mereka itu siapa, tangkap barangnya.”

“Kalau orangnya kasih tinggal (tidak ditangkap) sama saja toh? Kalau kita bakar tendanya (tenda para penambang), tapi alatnya kita tinggal, sama saja,” ungkap Ibrahim.

Apalagi mengingat usaha pemerintah untuk menutup tambang gunung Botak sudah kerap terjadi.

“Pelaku-pelaku itu (penambang ilegal) belum diproses. Saya tidak yakin bahwa penutupan akan berhasil,” kata Ibrahim.

Di lain pihak, Ucok, seorang penambang emas yakin bahwa kali ini tambang emas ilegal benar-benar tutup karena skala penutupan kali ini terasa lebih besar.

Dia menilai ini berdasarkan dari banyaknya tenda penambang yang dibakar dan adanya usaha pemerintah untuk memulangkan para penambang dari luar pulau Buru.

Tapi penutupan tambang memiliki konsekuensi lain tutur Ucok.

“Masyarakat di sini udah pada…mau kemana lagi? Nyari penghasilan gak ada nih,” kata Ucok.

Dia pun menjelaskan bahwa sebagian warga terpaksa kembali bertani dan mencari minyak kayu putih.

Meski pendapatan mereka sebagai petani rata-rata hanya mendapatkan Rp30.000, sehari, hanya satu pertiga dari pendapatan mereka sebagai penambang emas.

Betapapun, Susyono, seorang petani yang pertama menemukan emas di Buru bersyukur tambang emas ditutup walau dia tidak tahu apa penutupan akan berhasil, tetap saja ada harapan lingkungan di Pulau Buru akan segera dapat diselamatkan.

Sejak adanya tambang emas ilegal di gunung Botak, Pulau Buru, banyak warga yang tewas ketika bekerja karena medan yang curah, tinggi dan berbahaya.

Penggunaan merkuri untuk mengekstrasi emas jug menimbulkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan pemandangan yang tandus, ikan-ikan yang mati dan warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz