Berita Terkini

Update Hasil Scan Form C1 Pilkada 2015

By  | 
Sehari setelah titik puncak pesta demokrasi pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota NTB, para juara di tiap daerah sudah ketahuan. Jika tak ada aral melintang, para juara ini kini tinggal menunggu penetapan resmi dalam pleno KPU.

Pasangan kandidat yang akan memimpin tujuh kabupaten/kota di NTB lima tahun mendatang itu diketahui dari hasil rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 oleh KPU NTB. Formulir Model C1 ini sendiri sebelumnya telah ditetapkan oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara di tiap desa, sebelum dilansir KPU NTB.

Kendati begitu, KPU NTB memastikan, perolehan suara kandidat dalam rekapitulasi formulir C1 ini masih bersifat sementara dan bukan hasil final. Sebab, bisa jadi ada kesalahan pada formulir Model C1 dan kesalahan itu baru diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya atau tingkat Panitia Pemilih Kecamatan.

Di Kota Mataram, seperti sudah ditebak, pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana tampil sebagai juara. Hingga pukul 00.00 Wita tadi malam, pasangan Aman memperoleh 120.263 suara atau 77,28%. Sementara pesaingnya pasangan H Salman-Jana Hamdiana memperoleh 35.349 suara atau 22,72%.

Di Kota Mataram, suara yang telah direkapitulasi mencapai 97,3 persen. Total jumlah suara yang sudah dihitung berasal dari 649 TPS dari 667 TPS di enam kecamatan.

Sementara di Lombok Tengah, pasangan H Suhaili Fadhil Thohir-Lalu Pathul Bahri kokoh di posisi puncak dengan meraih 46,31 % atau setara 213.039 suara. Pasangan ini disusul pesaingnya yakni TGH Lalu Gede M Ali Wirasakti Amir Murni–H Lalu Achmad Wirajaya dengan perolehan 26,46 % setara 121.705 suara.

Jauh tertinggal calon lainnya yakni H Lalu Suprayatno–Zainul Aidi yang harus puas dengan raihan 16, 68 % atau setara 76.749 suara. Sementara pasangan independen H Suharto–Hj Lale Widare di posisi berikutnya dengan raihan 6,61 % setara 30.418 suara dan disusul pasangan H Lalu Wiratmaja–H Badrun Nadianto dengan perolehan 3,94% setara 18.108 suara.

Hingga tadi malam, rekapitulasi formulir Model C1 di Lombok Tengah telah rampung 100 persen. Suara di 1.500 TPS berdasarkan formulir C1 telah dihitung.

Tercatat, total pemilih di Lombok Tengah mencapai 766.806 orang dan yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 469.414 pemilih. Dengan begitu, tingkat partisipasi pemilih di Lombok Tengah 61,22%.

Di Lombok Utara, pasangan H Najmul Akhyar–Sarifuddin tampil sebagai juara dengan perolehan 53,34 % setara dengan 67.369 pemilih. Sementara pesaingnya pasangan H Djohan Sjamsu-Mariadi harus puas di posisi kedua dengan perolehan 46,66 % atau 58.932 suara.

Total formulir C1 yang sudah direkap KPU NTB di Lombok Utara mencapai 98,65 persen. Dari 518 TPS di Gumi Dayan Gunung itu, hanya tinggal tujuh TPS yang belum dihitung.

Secara keseluruhan, KPU NTB mencatat, tingkat partisipasi pemilih di Lombok Utara amat tinggi. Dari 156.890 DPT, yang menggunakan hak pilih 128.659 orang. Itu setara dengan 82,01 persen.

Beralih ke Pulau Sumbawa. Di Sumbawa Barat, pasangan HW Musyafirin-Fud Syaifuddin kokoh di puncak dengan perolehan 29.648 suara atau 42,56%. Disusul pasangan HM Nur Yasin dan Masra Jayadi dengan perolehan 26.607 suara atau 38,19%, dan pasangan H Mala Rahman-Iwan Panjidinata dengan perolehan 13.407 suara setara 19,25%.

Hingga pukul 24.00 Wita tadi malam, total formulir C1 yang sudah dihitung di Sumbawa Barat mencapai 97,93 persen. Dari 193 TPS di kabupaten itu, hanya tinggal empat TPS yang belum masuk rekapitulasi KPU NTB.

Di Kabupaten Sumbawa, pasangan HM Husni Djibril-H Mahmud Abdullah tampil sebagai juara dengan perolehan 116.135 suara atau setara 47,88%. Disusul pasangan H Asaat Abdullah-Chandra Wijaya Rayes dengan perolehan suara 85.185 suara atau setara 35,12%. Di posisi paling buncit pasangan Jack Morsa H Abdullah-H Irwan Rahadi dengan perolehan 41.238 suara 17,00%.

Total formulir C1 yang sudah direkap KPU NTB di Sumbawa mencapai 98,72 persen. Hanya ada 11 TPS dari 861 TPS lagi yang belum masuk dalam hasil rekapitulasi.

Di Dompu, H Bambang M Yasin-Arifuddin tampil sebagai juara dengan perolehan 49.979 suara atau 36,74%. Disusul pasangan H Abubakar Ahmad-Kisman dengan perolehan 37.140 suara atau setara 27,30%. Di posisi berikutnya pasangan H Mulyadin-Kurniawan Ahmadi dengan 29.589 suara atau setara 21,75%. Sementara di posisi paling buncit pasangan Syafruddin-Rafiuddin dengan 19.331 suara atau 14,21%.

Seluruh formulir C1 di Dompu telah direkapitulasi dan berasal dari 458 TPS.

Sementara di Bima, pasangan Hj Indah Damayanti Putri–Dahlan M Noer tetap juara dengan perolehan 40,11 persen setara 105.103 suara. Disusul pasangan petahana H Syafruddin HM Nur-H Masykur yang meraih 28,17 % atau sebesar 73.814 suara.

Sementara pasangan Ady Mahyudi-A Zubair meraih 21,50 % atau 56.349 suara dan disusul pasangan Abdul Khayir–H Abdul Hamid dengan perolehan 10,22 % atau sebesar 26.771 suara. Total jumlah pemilih di Kabupaten Bima sebanyak 375.360 pemilih. Yang menggunakan suaranya sebesar 263.409 pemilih. Seluruh formulir C1 di Bima telah direkap yang berasal dari 693 TPS.

Ketua KPUD NTB Lalu Aksar Ansori mengatakan, rekapitulasi data C1 merupakan data real yang diperoleh dari TPS. Meski begitu, data tersebut belum menjadi hasil resmi pilkada karena harus ditetapkan di tingkat KPUD masing-masing kabupaten/kota yang menggelar pilkada.

“Resminya nanti di rekap KPU kabupaten/kota karena ada hologram, security printing, dan melalui pleno,” ujar Aksar kepada Lombok Post kemarin.

Data hasil rekapitulasi C1 itu dinilai sebagai data pembanding yang disajikan secara terbuka bagi masyarakat. Data tersebut diharapkan dapat menutup peluang orang untuk memanipulasi data pilkada serentak 2015.

Artinya, tidak ada tendensi apapun terkait penyajian data secara online karena pada prinsipnya, kata Aksar, KPU mengarah pada pelaksanaan pilkada yang transparan dan akuntabel.

Aksar menegaskan data tersebut dapat menjadi pembanding. Namun, jika partai politik pengusung atau tim pemenangan pasangan calon tidak cocok dengan data tersebut, maka dapat menunggu hasil rekap berikutnya di tingkat KPUD kabupaten/kota.

Disinggung mengenai kemungkinan terjadinya kekeliruan atau penghitungan ulang di tingkat TPS, Aksar menegaskan hal itu harus melalui persyaratan dan berdasarkan fakta-fakta jelas. Dengan adanya data ini diyakini dapat mencegah beredarnya C1 abal-abal di masyarakat.

Terpisah, Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid menegaskan, pihaknya memberikan beberapa catatan terkait pelaksaan pemungutan suara yang sudah berlangsung. Di antara catatan tersebut dugaan politik uang lebih menonjol dari pelanggaran lainnya. “Tapi secara umum penyelenggaraan pilkada serentak kondusif meskipun ada beberapa catatan di antaranya dugaan money politik dan lainnya,” kata Khwailid.

Nasdem Nyerah

Sehari setelah pemungutan suara, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem NTB mengakui kekalahannya di beberapa pilkada kabupaten/kota di NTB. Sekretaris DPW Partai Nasdem NTB H Efendi mengatakan, dari hasil pemantauan sementara pihaknya telah kalah di sejumlah pilkada.

“Seperti di Lombok Utara, Lombok Tengah, Kabupaten Bima, dan Sumbawa. Tapi tetap kami menunggu hasil resmi dari KPUD masing-masing kabupaten,” ujar Efendi kepada Lombok Post kemarin.

Partai Nasdem hanya berhasil mendorong kemenangan pasangan calon di Pilkada Kota Mataram, pilkada Sumbawa Barat dan Pilkada Dompu. Di Mataram, Partai Nasdem mengusung pasangan H Ahyar Abduh–H Mohan Roliskana. Di Kabupaten Dompu Partai Nasdem mengusung pasangan H Bambang M Yasin–Arifuddin. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat mengusung pasangan W Musyafirin–Fud Syaefuddin.

“Untuk di Bima memang kader kami yakni H Syafrudin H M Nur berada pada posisi kedua hasil penghitungan cepat. Tapi kami masih menunggu hasil tim kami di lapangan,” papar dia. Efendi yakin pelaksanaan pilkada di tujuh kabupaten/kota berlangsung kondusif. Pihaknya mengapresiasi kerja penyelenggara pemilu baik KPU maupun Panwaslu. Pihaknya berharap kondisi pascapilkada juga berlangsung tertib sehingga proses demokrasi di NTB benar-benar berjalan baik.

Disinggung mengenai apakah akan melakukan gugatan hasil pilkada jika benar-benar kalah, Efendi menegaskan secara internal partai belum memutuskan. Terlebih Partai Nasdem berkoalisi dengan partai lainnya dalam mengusung pasangan calon. “Belum ada keputusan karena semua masih dalam proses kan. Kita lihatlah nanti bagaimana endingnya,” papar dia.

Terpisah Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB H Abdul Hadi mengapresiasi pelaksaan pemungutan suara yang berlangsung sukses. Dari tujuh kabupaten/kota, PKS berhasil memenangkan tiga kandidatnya yakni di pilkada Sumbawa Barat, pilkada Kota Mataram, dan di pilkada Lombok Tengah.

Dia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang menghadapi tahapan-tahapan akhir dari pilkada. Hingga saat ini timnya sedang bekerja untuk mengumpulkan data dari sejumlah TPS sembari menunggu hasil resmi KPU.

Abdul Hadi yang juga Wakil Ketua DPRD NTB itu tidak menyalahkan munculnya hasil penghitungan cepat mengenai sejumlah pilkada di beberapa daerah. Menurut dia, masyarakat tentu sudah sangat cerdas dalam menyikapi dinamika politik saat ini.

Banyak persoalan yang dinilai muncul selama pelaksanaan pilkada serentak. Maka itu, tidak menutup kemungkinan akan menuai sengketa hasil penghitungan suara. “Secara umum kami mengapresiasi karena berlangsung kondusif. Tapi jika ada indikasi kecurangan yang berdampak sistemik ya silahkan dilaporkan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Abdul Hadi.

Dari laporan yang dia terima, dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di lapangan tidak begitu signifikan. Hanya saja memang patut menjadi catatan untuk perbaikan di pilkada berikutnya. Dia mengkritisi rendahnya partisipasi pemilih dibeberapa daerah terutama di Kota Mataram.

Banyak faktor yang menurut dia memengaruhi tingkat patisipasi pemilih. Dia mendorong penyelenggara pemilu untuk lebih meningkatkan sosialisai pada pelaksanaan pilkada selanjutnya.

Mulai Berpesta

Sementara di Lombok Tengah, tim pemenangan pasangan Suhaili-Pathul mulai merayakan kemenangan. Bertempat di posko pemenangan di Desa Montong Terep Bodak, para relawan dari seluruh Loteng berkumpul. Ini terutama terjadi setelah mengetahui hasil hitung cepat ditambah real count yang dimiliki Partai Keadilan Sejahtara (PKS), mereka sorak soraya bergembira.

Untuk mensyukuri kemenangan itu, pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih HM Suhaili FT-Pathul Bahri menyuguhkan makanan dan minuman gratis, sembari berdoa. “Yang paling penting, kepada para pendukung, simpatisan dan seluruh elemen masyarakat agar tetap damai dan tetap menjaga kondusifitas daerah,” ujar Suhaili.

Secara umum, Panwaslu Lombok Tengah menilai hingga saat ini tidak ditemukan pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan para peserta Pilkada maupun masyarakat. Tidak ada juga, laporan yang masuk ke Panwaslu, kepolisian, Kodim maupun Pemerintah Daerah.

“Itu artinya, pesta demokrasi kita berjalan lancar dan aman. Kami tidak menemukan apa-apa yang mencurigakan, apalagi menerima laporan,” kata Ketua Panwaslu Loteng Lalu Darmawan pada Lombok Post, kemarin.

Kendati demikian, pihaknya tetap siaga 24 jam, terhadap siapa pun yang ingin melayangakan laporan atas kejadian, yang dianggap merugikan calonnya masing-masing. Tentu, dilengkapi dengan barang bukti yang cukup. Bukan sebatas kata-kata saja. “Saya sudah kumpulkan seluruh devisi di Panwaslu. Sejauh ini, sasil evaluasi kami, nihil pelanggaran dan penyimpangan,” bebernya.

Terkeculi, kata Darmawan pasca pencoblosan. Ada beberapa tim sukses dan relawan, yang melaporkan dugaan politik hitam, peredaran sembako dan uang. Terhadap persoalan itu, pihaknya tetap menindaklanjuti dalam rangka memberikan kepastian hukum terhadap pelapor. Namun, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap hasil pencoblosan.
Penjabat Bupati Loteng Ibnu Salim juga menegaskan tidak ada keterlibatan para pegawai negeri sipil. “Sampai sekarang tidak ada laporan dan temuan,” kata Ibnu.

Orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu merasa, pelaksanaan pesta demokrasi telah berjalan sesuai ketentuan hukum dan Undang-undang yang berlaku. Setiap pihak terkait, telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar. Tidak ada yang sampai mencoba-coba untuk melanggar. Terbukti, kondusivitas daerah hingga sekarang, tetap terjaga.

Setelah, hasil quick count dan real count diketahui masing-masing pasangan calon, suasana Loteng pada umumnya juga landai. Tidak ada gesekan. “Kesukseskan Pilkada itu, bukan pada siapa yang menang dan kalah. Tapi, kondusivitas daerah,” kata calon bupati nomor urut satu HL Wiratmaja.

Sebagai politisi sonior dan mantan bupati periode 2005-2010, Wiratmaja tetap tenang. Namun, berbeda jauh dengan calon bupati H Suharto, HL Suprayatno dan HL Achmad Wirajaya yang nampak tegang. Tapi, sejauh ini belum ada sikap politik dan hukum yang akan diambil dari empat pasangan yang dimaksud.

Menjemput Takdir

Dari Lombok Utara, menanggapi hasil hitung cepat dan rekapitulasi data C1 KPU NTB, calon bupati dari pasangan NASA, H Najmul Akhyar mengatakan hasil LSI maupun hasil rekapitulasi C1 merupakan kabar gembira. Namun, Najmul meminta semua pihak menyikapi kondisi ini dengan cara wajar. Sebab, sejak awal dirinya dan H Djohan Sjamsu, pesaingnya sama-sama bergerak menjemput takdir Allah.

”Saya dan pak Djohan tidak dalam konteks bersaing tetapi bergerak bersama satu arah menjemput takdir Allah. Jika hasil pleno KPU nantinya tidak meleset dari hasil quick count maka itulah takdir Allah,” ujarnya.

Ditambahkannya, namun kemenangan ini nantinya merupakan kemenangan masyarakat Lombok Utara. ”Untuk sekarang saya minta simpatisan agar tidak merayakan dengan berlebihan mari kita tunggu hasil resmi dari KPU dan hasil itu nantinya harus kita hormati,” imbaunya.

Terpisah, Ketua tim pemenangan pasangan JADI, Akarman mengatakan pihaknya saat ini hanya menunggu hasil resmi yang dikeluarkan KPU Lombok Utara.

Sedangkan untuk hasil hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei, dirinya tidak mau berkomentar banyak. ”Kita tunggu saja hasil resmi dari KPU. Untuk sekarang kami sudah meminta simpatisan menahan diri,” pungkasnya.

Sumber: Lombok Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *