Agrobisnis

Kurangi Kemiskinan, NTB Genjot Agribisnis Rumput Laut

By  | 
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengandalkan agribisnis rumput laut untuk menanggulangi kemiskinan yang masih relatif tinggi di daerah ini.

“Agribisnis rumput laut untuk penanggulangan kemiskinan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD 2013-2018,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat (NTB) Aminollah, di Mataram, Jumat (20/5/2016)

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2015, jumlah penduduk miskin di NTB mencapai 802,29 ribu orang atau sebesar 16,54 persen.

Angka kemiskinan tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 sebanyak 823,89 ribu orang atau 17,10 persen.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan penurunan persentase kemiskinan hingga mencapai 10 persen dalam jangka waktu lima tahun (2014-2018).

Aminollah mengatakan, sasaran pengembangan rumput laut selama lima tahun ke depan adalah target produksi sebanyak satu juta ton dengan jumlah serapan tenaga kerja pembudidaya 86.000 orang.

Selain itu, jumlah wira usaha baru sebanyak 1.000 orang dengan target produksi olahan rumput laut sebanyak 500 ton hingga tahun 2018.

Ia menambahkan, nilai ekonomi yang diharapkan dari budi daya rumput laut adalah Rp2 triliun, sedangkan dari kegiatan olahan rumput laut Rp150 miliar.

“Aktivitas budi daya hingga pengolahan rumput laut, kami menargetkan menanggulangi orang miskin sebanyak 29.900 orang selama lima tahun 2014-2018, belum termasuk dari aktivitas pemasaran hasil olahannya,” ujarnya.

Upaya untuk mendukung aktivitas budi daya dan pengembangan industri olahan rumput laut, kata Aminollah, pihaknya sudah menyalurkan paket bantuan sarana budi daya rumput laut, paket bantuan para-para, dan bantuan bibit rumput laut berkualitas.

Pemerintah daerah juga sudah membangun gedung unit pengolahan rumput laut di Labuhan, Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat, dan menyalurkan bantuan alat produk kepada para pelaku usaha mikro, kecil menengah (UMKM) pengolah rumput laut.

Jenis pangan olahan berbahan baku rumput laut, seperti dodol, kerupuk dan rengginang serta kue bronies.

“Kami juga akan memproduksi kosmetik berbahan baku rumput laut. Pabriknya sedang dalam proses pembangunan di Kabupaten Lombok Barat,” kata Aminollah lagi. (icl)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz