Berita Nasional

Ada Apa Dengan Pak SBY : Anak Orang Lain Dianjurkan Gak Jadi Gubernur, Anak Sendiri?

By  | 

ntb-times-com-ada-apa

NTB Times, Jakarta – Pada waktu menjabat sebagai Presiden, Pak SBY pernah mengingatkan para perwira lulusan akademi TNI dan Polri sebaiknya tidak bercita-cita menjadi kepala daerah mulai dari tingkat gubernur, bupati, dan walikota. Himbauan tersebut disampaikan langsung kepada taruna, pengasuh, dan perwira TNI-Polri di Graha Samudra Bumi Moro, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya, selasa 22 Desember 2009 pkl 22:28 WIB, (sumber : Antara news).

Pernyataan Pak SBY tersebut ternyata dilanggar sendiri, dengan memutuskan untuk menjadikan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono  sebagai Gubernur DKI.  ternyata pencalonan tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh Partai Demokrat. Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mantap tidak mencabut dukungannya kepada calon gubernur petahana Basuki dan Ruhut menantang, bila dia membikin tak nyaman maka pecat saja.

Selain Ruhut, Politikus Demokrat, Mischa Hasnaeni Moein, meluapkan kekesalannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Wanita yang akrab disapa dengan sebutan Wanita Emas itu menilai dukungan SBY terhadap pencalonan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta tak menghargai perjuangannya sebagai kader. “Saya sudah berjuang hampir sepuluh tahun,” ujarnya, Jumat, 23 September 2016.

Demikian juga yang terjadi dengan partai pengusung Ahok, tidak sepenuhnya secara total mendukung. penolakan datang secara lantang dan terang-terangan dari Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Pak Boy Sadikin yang menyatakan mundur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Anak mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin ini kecewa berat  dengan keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang memilih Pak Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Dengan melihat realitas dinamika politik yang terjadi, diantara 3 pasang calon yang telah mendaftar di KPUD DKI Jakarta, penulis lebih respek kepada Pak Anies Rasyid Baswedan orangnya gak gampang di ‘setir’ dan bukan tipikal ‘penjilat’, makanya tergusur dari kabinet Jokowi, tapi tetap bersih dan santun. (Hisyam)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *