Internasional

Presiden Filipina Hina Uni Eropa dengan Acungkan Jari Tengah

By  | 

 

(Foto: Aljazeera)

(Foto: Aljazeera)

NTB Times, Davao, Filipina – Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali membuat aksi kontroversial. Kali ini parlemen Uni Eropa yang jadi sasaran omelan presiden berjuluk ‘sang Penghukum’ itu karena ia tidak terima dikritik terkait kebijakannya dalam membasmi penjahat dan pengedar narkoba.

 

Duterte melancarkan penghinaan dengan tanda kasar –mengacungkan jari tengahnya– setelah anggota Parlemen Eropa mengutuk ‘gelombang pembunuhan dan eksekusi di luar proses hukum’ di Filipina.

 

“Saya telah membaca kecaman dari Uni Eropa. Saya katakan kepada mereka, ‘F**k you,'” kata Duterte dalam pidatonya di hadapan pengusaha lokal di kampung halamannya di Davao City, Filipina Selatan, Selasa (20/9).

 

Seperti dikutip NTB Times dari Aljazeera, Rabu (21/9), negara-negara Uni Eropa pekan lalu menyerukan pengawasan ketat terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Filipina berikut pernyataan publik Duterte tentang ‘perang melawan narkoba’.

 

Anggota parlemen juga menyatakan khawatir tentang tingginya jumlah orang yang terbunuh selama operasi polisi dalam konteks kampanye atau perang intensif terhadap pelaku kriminal dan pengedar narkoba

 

 

Sejak Duterte resmi menjabat presiden 30 Juni lalu, lebih dari 3.500 orang telah tewas dalam operasi polisi dan serangan oleh orang atau pembunuh tak dikenal.

 

Menggambarkan Uni Eropa sebagai orang munafik, Duterte mengatakan nenek moyang negara-negara seperti Prancis dan Inggris memiliki catatan sejarah telah membunuh ribuan orang di Timur Tengah dan di kawasan lain pada era kolonialisme.

 

“Saya ulangi, ‘F**k you!’,” ujar Duterte sambil mengangkat tangan kanannya dan mengacungkan jari tengah yang kemudian direspons dengan tepuk tangan oleh tamu yang hadir.

 

Pemimpin 71 tahun itu telah bereaksi keras dalam merespons kritikan yang dilontarkan oleh para pemimpin atau pihak asing sebelumnya tentang perang yang ia kumandangkan terhadap penjahat narkoba.

 

Sebelumnya pada Senin (5/9), setelah mengikuti rangkaian KTT G-20 di Tiongkok, Duterte melecehkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai ‘anak pelacur’ dan mengutuk PBB.

 

Duterte menang telak dalam pemilu Mei lalu dengan membawa janji untuk memberantas perdagangan narkoba ilegal di Filipina. Akibatnya, ribuan orang telah tewas dalam operasi yang ia titahkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *