Berita Internasional

Tegang di Laut Timor, Australia-Timor Leste Resmi Bersengketa di Pengadilan Internasional

By  | 
(Foto: abc.net.au)

(Foto: abc.net.au)

NTB Times, Den Haag – Pengadilan arbitrase internasional di Belanda, Senin (26/09) waktu setempat, setuju untuk menangani sengketa perbatasan antara Timor Leste dan Australia atas wilayah di Laut Timor. Sengketa ini telah berlangsung selama kurang lebih sepuluh tahun.

“Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA) kompeten untuk melanjutkan proses arbitrase yang diprakarsai oleh Timor Leste melawan Australia pada April,” kata PCA dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Straits Times yang dikutip NTB Times.

Timor Leste bulan lalu meminta mahkamah arbitrase tertua di dunia itu untuk membantu mengakhiri sengketa yang telah memperburuk hubungan antara kedua negara.

Dili mengklaim upaya negosiasi sejauh ini telah gagal sehingga kasus itu perlu diteruskan ke pengadilan.

Timor Leste meminta pengadilan arbitrase memutuskan siapa sebenarnya yang berhak memiliki ladang gas dan minyak bawah laut di Laut Timor, yang disebut-sebut mengandung cadangan minyak dan gas besar senilai sekitar US$40 miliar (Rp521 triliun).

“Seperti kami berjuang keras meraih kemerdekaan, Timor Leste tidak akan beristirahat sampai kami mendapatkan hak kedaulatan kami, baik di darat maupun di laut,” kata mantan Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Di sisi lain Australia menyatakan keberatan dengan langkah PCA karena dinilai tidak memiliki yurisdiksi dalam menengahi masalah ini. Canberra beralasan pemerintah telah menandatangani perjanjian dengan Timor Leste yang mengesampingkan jalan apapun ke pengadilan.

Kedua negara pada 2006 menyepakati perjanjian bagi hasil eksplorasi dengan masing-masing negara mendapatkan 50%. Namun pemerintah Timor Leste mengatakan itu tidak adil ‘karena dipaksakan ke negara yang baru saja merdeka’.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, dalam komentar terbaru mengatakan Canberra menerima keputusan Timor Leste yang membawah masalah tersebut ke PCA. Australia, kata dia, akan terus terlibat dalam seluruh proses yang diambil untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Kami masih ingin memperkuat kerja sama dan mencari jalan keluar atas masalan di Laut Timor,” ujar Bishop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *