Berita Nasional

Ternyata PDI-P tidak Satu Suara Dukung Ahok-Djarot

By  | 

 

(Foto; BBC Indonesia)

(Foto; BBC Indonesia)

Keputusan PDI-P mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dalam pilkada 2017 diwarnai ketidaksetujuan unsur atau elit partai.

 

Perkembangan ini terjadi ketika PDI-P mulai menyiapkan strategi pemenangan Ahok yang menggandeng Djarot Saiful Hidayat, terutama dalam menjawab kritik lawan politik tentang gaya bicara Ahok yang disebut vulgar dan penggusuran selama ia menjabat sebagai gubernur Jakarta.

 

“Ada beberapa yang belum bisa diselesaikan, misalnya masalah kemacetan, tapi (isu) pendidikan luar biasa, penanganan birokrasi juga mendapat apresiasi tinggi sekali, based on that fact, kekurangan dia, (bicara) kasar, vulgar, itu sesuatu yang kurang substansial karena ini hal yang bisa diperbaiki,” kata politikus PDI-P Eva Kusuma Sundari seperti dilaporkan BBC Indonesia yang dikutip NTB Times.

 

Pendekatan Ahok dalam melakukan berbagai penggusuran juga dinilai sebagai suatu ‘titik kelemahan’.

 

Eva membandingkannya dengan pendekatan Jokowi saat menjadi gubernur Jakarta yang melakukan lima kali penertiban dalam dua tahun. Kala itu penertiban ‘tidak melibatkan unsur TNI atau polisi’ sehingga tak mendapat pemberitaan negatif di media.

 

“Mudah-mudahan di masa mendatang, (Ahok) ini mau ikut saran (PDI-P) sebelum tanda tangan Dasa Prasetya yang memang poin-poinnya meminta dalam menyelenggarakan pemerintahan dan tata kelola itu manusiawi dan prowong cilik. Dan itu disepakati (Ahok dan PDI-P) dalam pertemuan kami,” ungkap Eva.

 

Keputusan Ketua Umum PDI-P, Megawati Sukarnoputri, mengusung Ahok-Djarot ditentang oleh, salah satunya Boy Sadikin, yang memilih keluar dari partai dan bergabung mendukung tim kandidat calon gubernur Sandiaga Uno.

 

Sebelumnya beberapa politikus PDI-P juga terang-terangan menolak sosok Ahok, termasuk politikus partai itu dari dapil DKI Jakarta, Masinton Pasaribu,

 

Lalu apakah penolakan terhadap sosok Ahok dari dalam PDI-P ini akan menunjukkan bahwa partai tidak akan satu suara menjalankan perintah Megawati?

 

Masinton Pasaribu, yang pernah terang-terangan menolak Ahok, mengatakan dinamika itu sudah selesai.  “Penyampaian aspirasi yang didengar oleh kader-kader, suara-suara dari bawah, kemudian disampaikan, kemudian dibahas oleh DPP Partai, dan diambil keputusan,” ujarnya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz