Berita Internasional

Membandingkan Tax Amnesty di Indonesia dan India

By  | 
(Foto: Dunyanews.tv)

(Foto: Dunyanews.tv)

NTB Times, Jakarta – Program pengampunan pajak (tax amnesty) yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia telah menarik minat banyak kalangan untuk mendeklarasikan harta mereka.

Ternyata tax amnesty ini juga tengah gencar dilakukan di India. Program pengampunan pajak yang dijalankan oleh Perdana Mentei Narendra Modi telah mendorong ribuan orang untuk mendeklarasikan kekayaan mereka.

Apakah tax amnesty yang dijalankan di Indonesia dan India berbeda?

Kebijakan pengampunan pajak di Indonesia telah menarik dana tebusan mencapai Rp73,3 triliun. Ini merupakan uang tebusan yang sudah dibayar ke bank berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP) yang diterima Ditjen Pajak.

Melalui tax amnesty pemerintah menargetkan ada tambahan penerimaan negara sebanyak Rp165 triliun dari uang tebusan yang masuk. Target semula untuk menarik pulang aset milik warga Indonesia yang disimpan di luar negeri dan selama ini tidak dilaporkan untuk menghindari pajak.

Sementara di India, Menteri Keuangan Arun Jaitley mengatakan bahwa pada akhir masa empat bulan yang jatuh Jumat lalu ada 64.275 deklarasi.

Seperti dilansir BBC, Ahad (2/10), yang dikutip NTB Times, semua yang mengajukan amnesty diberi kekebalan dari penuntutan hukum, sebagai gantinya mereka harus membayar pajak, biaya tambahan, dan denda.

“Pemerintah India diperkirakan bisa mengumpulkan hampir $4,5 miliar atau hampir Rp6 triliun dari skema amnesty tersebut,” ungkap BBC.

Pendapatan yang tak dilaporkan atau ‘uang gelap’ adalah masalah besar di India. Pemerintah menghubungi sekitar 700.000 terduga penghindar pajak awal tahun ini, dan mendorong mereka untuk menyatakan aset dan pemasukan tersembunyi mereka.

Mereka yang menyatakan pemasukannya termasuk sekelompok pemilik jajanan kaki lima di Mumbai yang nilai asetnya mencapai US$7,5 juta (sekitar Rp100 miliar).

Meski jumlah yang berhasil dikumpulkan dari program pengampunan pajak besar, namun jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari pemasukan yang tak dilaporkan di India.

Angka itu tidak termasuk uang yang disimpan di bank-bank di Swiss dan tax haven di luar negeri yang, menurut penyelidik pemerintah, jumlahnya dipercaya mencapi US$500 miliar (sekitar Rp6.508 triliun).

Pada pemilu India 2014 lalu, Perdana Menteri Narendra Modi berjanji untuk mengatasi korupsi dan uang gelap.

“Program amnesti ‘sukses’ dan ada ‘kontribusi penting terhadap transparansi dan pertumbuhan ekonomi’, ujar Modi. Pemerintah mengatakan uang itu akan dibelanjakan untuk kepentingan publik.

Pemerintah India didesak untuk bertindak setelah muncul Dokumen Panama pada April lalu yang menyebut ada sekitar 500 warga negara India yang kaya dan berkuasa menggunakan tax haven untuk menyembunyikan harta mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *