Berita NTB

Lombok Utara Salah Satu Kabupaten Penopang Sektor Pariwisata NTB

By  | 
Hasil gambar untuk gili air lombok utara

Gili Air,  Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB)

NTB Times — Kabupaten Lombok Utara dianugerahi bentang alam yang sangat indah dan subur, hal ini memberikan dampak positif bagi wisata alam yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Pariwisata Kabupaten Lombok Utara menawarkan keindahan wisata yang dapat terus diberdayakan sebagai penopang sektor pariwisata di NTB.

Pariwisata juga merupakan suatu sektor yang tidak jauh berbeda dengan sektor yang lain, karenan dalam proses perkembangannya pariwisata mempunyai dampak atau pengaruh di bidang sosial dan ekonomi. Pengaruh yang ditimbulkan tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan masyarakat setempat. Untuk mencegah perubahan itu kearah negatif maka diperlukaan suatu perencanaan yang mencakup aspek sosial dan ekonomi, sehingga sedapat mungkin masyarakat setempat ikut terlibat di dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata.

Tahun 2008 nerupakan awal berdirinya Kabupaten Lombok Utara setelah melepaskan diri dari Kabupaten Lombok Barat, pemekaran Kabupaten Lombok Utara dilatar belakangi oleh potensi yang dimiliki terutama potensi alam baik dibidang pertanian maupun pariwisata.

Pengembangan pariwisata yang saat ini masih berlangsung adalah kawasan Mandalika yang memiliki luas 1.035,67 ha akan menjadi bagian dari zona pariwisata.

Selain lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Lombok dan Pulau Bali, Mandalika juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata bahari di Indonesia dengan pantai berpasir putih dan panorama alamnya yang menawan

Lombok Utara juga mengenalkan Gili Air. Sebelumnya, para wisatawan yang datang hanya mengenal Gili Trawangan yang sudah dikenal terlebih dahulu. Sedangkan, popularitas Gili Air dan Gili Meno belum sefamiliar Gili Trawangan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengapresiasi inisiasi Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang menggelar LTM IV di Gili Air. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTB yang menargetkan 3,5 juta wisatawan selama 2017.

Yang perlu mendapat perhatian untuk pengembangan pariwisata adalah aksebilitas, di mana saat ini sudah mulai banyak penerbangan langsung setiap harinya dari Jakarta dan Surabaya sebanyak 8 kali, Denpasar sebanyak 9 kali, serta Jogja dan Solo masing-masing satu kali. Untuk penerbangan internasional, kini sudah ada 3 penerbangan langsung dari Kuala Lumpur setiap hari dan dari Singapura sebanyak 4 kali dalam seminggu.

Tak hanya itu, beberapa bagian kawasan Mandalika nantinya juga akan disisihkan sebagai kawasan konservasi, yang dikembangkan dengan berbagai inovasi, seperti pengolahan air daur ulang, pengolahan limbah, dan penggunaan energi yang efisien. Kawasan ini akan menyediakan ruang untuk berbagai spesies asli, sekaligus sebagai arena untuk kegiatan bersepeda dan menjelajah dalam rangka melestarikan flora dan fauna endemik NTB.

Untuk  menjangkau wisata halal, tidak mesti menyasar pada negara-negara yang ada di timur tengah, melainkan tetangga terdekat seperti Malaysia dan Singapura dapat diupayakan. (Hisyam)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz