Daerah

Jalan Provinsi di Areal Sail Karimata Rusak Parah

By  | 

          Ruas Jalan Rusak

NTB Times, Kalimantan Barat – Beberapa titik Jalan Provinsi penghubung Kab. Ketapang dan Kab. Kayong Utara dalam kondisi rusak parah. Infrastruktur fisik keras terutama jalan khususnya di daerah sepertinya masih menjadi permasalahan serius bagi masyarakat Kal-Bar. Kamis (2/5/2019)

Jalan yang panjangnya kisaran 120 KM tersebut merupakan akses utama lalu lintas warga melalui jalur darat, bahkan jalan ini juga sering di lalui para pejabat negara, mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten.

Salah satu warga pengguna jalan. Masri mengatakan jalan yang rusak parah tepatnya di Areal Sail Karimata.

” Tepatnya di Desa Pampang, pertengahan antara Siduk dan Sukadana, kurang lebih sekitar 20 KM yang betul-betul rusak parah” Ujarnya saat dihubungi TepianKapuas.Com.

Masri yang berprofesi sebagai salah satu guru di Sukadana ini mengatakan akibat jalan yang rusak, warga sering mengalami kecelakaan saat melintas.

” Warga sering kecelakaan, soalnya jalan banyak yang berlubang, itu yang membahayakan keselamatan pengendara,”. Bebernya.

Masri melanjutkan jalan sudah cukup lama dalam kondisi rusak, mengenai perbaikan dilakukan hanya sebatas sementara.

” Perbaikan biasanya saat pejabat mau lewat, itupun sifatnya sementara, tak lama berselang rusak lagi” sambungnya.

Masri mengaku prihatin melihat kondisi warga terutama Siswa-Siswi SMA/SMK Sukadana terutama yang berasal dari Siduk.

” Saya prihatin melihat kondisi siswa, masyarakat juga banyak yang mengeluh dengan kondisi ini, hanya saja masyarakat belum mengambil tindakan tertentu untuk menyuarakan kondisi jalan ini ” Pungkasnya.

Masri berharap kepada Pemprov Kal-Bar beserta pihak terkait agar fokus membenahi Jalan Provinsi Ketapang-Kayong Utara, sebab jalan ini merupakan akses satu-satunya dan sudak rusak sejak lama, semakin lama dibiarkan rusak khawatir semakin membahayakan keselamatan masyarakat.

Selanjutnya, Mantan Siswa salah satu Sekolah di Sukadana berinisial MS Mengatakan saat ia aktif melintasi jalan tersebut merasa terbebani saat berkendara karena jalan banyak berlubang.

” Dalam hal ini saya merasa tidak nyaman, apalagi jalan menuju ke sekolah kami, dari rumah menggunakan motor melewati lubang dan becek saat hujan serta debu saat kemarau sehingga membuat saya tidak nyaman sebagai pengendara “. Ujarnya.

MS yang kini berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Pontianak mengatakan penyebab jalan rusak salah satunya karena sering di lewati kendaraan yang membawa alat-alat berat. Selain itu, perbaikan yang sebatas sistem tambal dan kualitas jalan yang kurang maksimal juga menjadi faktor.

MS berharap kepada pihak terkait agar jalan yang rusak segera di perbaiki secara permanen dengan mengutamakan kualitas pembangunan sehingga tidak ada lagi warga yang terbebani dalam urusan berkendara. (Azmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *