Nasional

Promosi Investasi Indonesia di Forum “The Global World” Riga-Latvia

By  | 

NTB TIMES.COM – Dubes RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, HE. Bagas Hapsoro, menyampaikan presentasi Investasi Indonesia dalam Forum Bisnis Internasional ke-22 di Riga, Latvia, pada 18 Oktober 2019, dengan judul “The Pearl of Planet Earth, A Country with 17.508 Islands, 34 Provinces, Birds of Paradise, Fascinating History and Culture, Dream Land Indonesia“, dalam forum ini, peluang besar Indonesia dipaparkan kepada para peserta dalam beberapa sektor prioritas seperti infrastruktur, industri manufaktur, maritim, pertanian, pariwisata, dan industri gaya hidup.

Dubes Bagas mengundang komunitas Bisnis Latvia untuk berinvestasi di Indonesia dan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, serta budaya yang erat. Ditambahkan bahwa semua indikator makro ekonomi juga pengakuan internasional, menunjukkan sinyal penting dan positif bahwa ekonomi Indonesia akan terus melambung; dengan demikian, tidak ada alasan bagi investor untuk tidak meningkatkan investasi mereka di Indonesia.“Indonesia bergerak ke arah yang baik dan akan terus meningkatkan iklim bisnis dan pro-bisnis terutama dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kedua,” ujar Dubes Bagas.

International Business Networking Event, “The Global World”, adalah forum untuk pengusaha Latvia dan internasional untuk bertemu dan membuat jejaring yang solid dalam mengeksplorasi kerja sama dan meningkatkan peluang bisnis. Forum kali ini adalah yang ke-22, dan sekitar 500 komunitas bisnis hadir dalam kegiatan tersebut. Selain Indonesia, pembicara lain tahun ini berasal dari RRT, Finlandia, Jerman, India, Korea, Arab Saudi, UEA, Inggris, Vietnam, dan Latvia.

Latvia adalah anggota Uni Eropa sejak 1994, dan memiliki ekonomi terbuka peringkat ke-35 yang paling bebas dalam indeks OECD. Dengan populasi 2 juta, Latvia telah mencapai USD18.600 GDP per kapita dan berada di peringkat ke-18 di antara 44 negara Eropa di kawasan ini. Pengusaha Latvia tertarik untuk berinvestasi di Indonesia pada sektor-sektor yaitu IT, Perawatan Kesehatan dan Farmasi.(ARS2/Sumber: Kementerian Luar Negeri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *