Ekonomi & Sumber Daya Manusia

Ekonomi RI Diprediksi Cuma Tumbuh 5%, IHSG Galau

By  | 

Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

NTB TIMES.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi rilis data ekonomi kuartal III-2019 yang akan disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS). Beberapa sentimen negatif dari global juga akan mengganggu pergerakan indeks.

Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh melambat pada kuartal III 2019, yang salah satunya disebabkan ekspor yang masih menjadi faktor pemberat pertumbuhan.

Perlambatan ekspor dipicu oleh perang dagang yang membuat pertumbuhan ekonomi global melambat. Sementara investasi juga akan melambat, terutama Penanaman Modal Asing (PMA) karena akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang menyempit.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Diperkirakan ekonomi Indonesoa sepanjang Juli-September tumbuh 5,02% yoy, melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 5,05% yoy.

Sementara itu, China melakukan peninjauan lokasi penandatanganan kesepakatan dagang dengan Amerika. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan setelah pertemuanPerdana Menteri China, Li Keqiang dengan delegasi Amerika, hal ini memberikan signal positif, bahwa tanpa Chili sekalipun, Amerika dan China akan bertemu.

Sentimen ini memberikan sedikit aura perdamaian yang kian semakin nyata, karena konflik ini telah berlangsung selama 18 bulan dan telah melibatkan hampir US$ 500 miliar barang dari Amerika dan China.

Sementara itu, dari segi teknikal, Samuel Sekuritas menilai posisi IHSG terus tertekan, dan kini bergerak dalam downtrend channel. Perhatikan jika bearish sentiment ini berlanjut, level support IHSG ada di angka psikologis 6.000.

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menurun sebesar 0,43% menuju level 6.180,34. HSG nampak seperti gagal menguji support 6.200. Meski demikian, Panin Sekuritas menilai pada perdagangan kemarin asing tercatat net buy maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan sebaiknya investor ikut mengakumulasi pada saham apa yang asing beli.

Indikator Stochastic menunjukkan bahwa IHSG masih “betah” menurun, disarankan melakukan akumulasi bertahap sampai Stochastic memasuki area jenuh jual.Hari ini diperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range support 6.165 dan resisten 6.250. (ARS2/Sumber: CNBC Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *