Kesehatan

Tidur Terlalu Lama Picu Risiko Strok

By  | 

Menurut periset, tidur malam dan tidur siang yang terlalu lama bisa memicu resiko terserang stroke.
Foto: Needpix

NTB TIMES.COM – Studi terbaru yang digagas para ilmuwan asal Cina mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali untuk tidur berlebihan. Menurut periset, tidur malam dan tidur siang yang terlalu lama bisa memicu risiko terserang strok.

Penelitian yang sudah terbit di jurnal medis American Academy of Neurology ini digagas Xiaomin Zhang dari Huazhong University of Science and Technology di Wuhan, Cina. Studi melibatkan 31.750 peserta dari seantero negeri.

Pada awal periode studi, para peserta memiliki usia rata-rata 62 tahun yang seluruhnya tidak memiliki sejarah stroke atau penyakit serius lain. Enam tahun kemudian, studi mencatat 1.557 kasus stroke dari keseluruhan peserta.

Para peneliti menanyakan kebiasaan tidur masing-masing responden. Sejak awal periode, diketahui bahwa delapan persen peserta studi tidur siang lebih dari 90 menit sehari. Sementara, 24 persen orang tidur malam sembilan jam atau lebih.

Menurut studi, orang-orang yang tidur lebih dari sembilan jam semalam tersebut lebih berisiko mengidap stroke sebesar 24 persen. Mereka yang rutin tidur siang lebih dari 90 menit sehari 25 persen lebih mungkin terserang stroke di kemudian hari.

Sementara, orang yang tidur siang maksimal 30 menit per hari kurang menunjukkan gejala stroke. Temuan turut mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan minum alkohol, dan merokok.

Selain itu, orang-orang yang tidur lebih dari sembilan jam per malam sekaligus tidur siang lebih dari 90 menit per hari memiliki risiko lebih besar lagi. Mereka 84 persen lebih mungkin terserang stroke dibanding peserta lainnya.

Zhang dan timnya juga menjumpai bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam semalam, yakni antara delapan sampai sembilan jam, relatif tidak menunjukkan gejala stroke. Waktu tidur malam ideal yakni kurang dari delapan jam per malam.”Studi sebelum ini menunjukkan bahwa tidur siang dan tidur malam berlebihan menunjukkan perubahan kurang menguntungkan pada kadar kolesterol dan penambahan lingkar pinggang, dua faktor risiko stroke,” ujar Zhang, dikutip dari laman The Ladders, Rabu (18/12).

Dia mengatakan, implikasi dari hasil studi tidak dapat diterapkan 100 persen untuk masyarakat di negara lain karena beberapa alasan. Salah satunya, kebiasaan tidur di siang hari jauh lebih umum di Cina daripada di negara barat seperti Amerika Serikat.

Bagaimanapun, studi menyoroti pentingnya durasi tidur moderat dan mempertahankan kualitas tidur yang baik. Terutama, pada orang dewasa paruh baya dan yang berusia lebih tua. Faktor peningkatan risiko stroke lainnya yakni gaya hidup yang kurang aktif.(ARS2/Sumber: Leisure-ROL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *