Politik & Penegakan Hukum

Perkembangan Terbaru Kasus Jiwasraya

By  | 

Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

NTB TIMES.COM – Persoalan yang dihadapi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus bergulir dan menjadi perbincangan publik. Kini, kasus korupsi di perusahaan asuransi pelat merah itu telah memasuki babak baru.

Aparat penegak hukum berupaya mengurai benang kusut Jiwasraya. Pemerintah juga mencari solusi terbaik agar polis nasabah Jiwasraya bisa terbayar.
Setidaknya lima orang sudah ditahan oleh penyidik terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya yang disebut merugikan negara hingga Rp 13,7 triliun. Lima orang itu ialah mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.
Selain itu, ada Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokro, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (TRAM) Tbk Heru Hidayat.Mereka ditahan usai menjalani pemeriksaan. Kelimanya tampak mengenakan rompi tahanan serta borgol.
Pengacara Heru Hidayat, Soesilo Ari Wibowo, membenarkan kliennya sudah berstatus tersangka. Ia mengaku kaget penyidik langsung menahan Heru.“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan apa yang ditanya. Tetapi, kemudian sekarang statusnya berubah menjadi tersangka dengan tiba-tiba dan ini ditahan,” kata Soesilo di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).
Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi di Asuransi Jiwasraya. Menurut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Ardiansyah, pihaknya juga akan menelusuri transaksi aset di kasus ini.“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan melakukan penelusuran aset. Mudah-mudahan nanti bisa segera terungkap semua,” ungkap Febrie.Ia juga mengatakan akan mengecek barang-barang bukti yang ada dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga, kasus ini bisa segera terungkap.
Menanggapi penahanan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang bekerja cepat atas dasar audit BPK. Ia menilai aparat penegak hukum sangat serius menangani dugaan korupsi di BUMN asuransi itu.“Kami mengapresiasi pihak BPK yang sudah melakukan investigasi dan juga pihak Kejaksaan yang secara cepat dan responsif menangani kasus ini,” ungkap Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/1).
Erick Thohir menambahkan, tindakan tegas yang tak pandang bulu pada kasus Jiwasraya sangat penting karena dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap korporasi pelat merah.
Kementerian BUMN memanggil Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. Hexana tiba di kantor Kementerian BUMN dan langsung memasuki gedung tanpa memberikan keterangan apa pun kepada media pada Selasa (14/1) siang.ARS2/Sumber: Kumparan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *