Daerah

Pelaku Pariwisata NTB Mulai Siapkan Paket Wisata MotoGP

By  | 

Awanadi Aswinabawa(kiri), Dewantoro Umbu Jok (kanan). (Suara NTB/dok)

NTB TIMES.COM – Animo masyarakat menyambut gelaran MotoGP di NTB semakin meningkat. Khususnya setelah Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memulai proses pre-booking tiket pada 20 Januari lalu.

Berdasarkan catatan MGPA, pasar wisatawan yang mendominasi pemesanan tiket adalah wisatawan domestik dari seluruh Indonesia, wisatawan Australia, dan wisatawan Malaysia. Untuk meningkatkan potensi dari pasar wisatawan tersebut, beberapa hal perlu dipersiapkan lebih matang.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, Awanadi  Aswinabawa, menerangkan bahwa ketiga pasar yang mendominasi pemesanan tiket MotoGP tersebut merupakan pasar lama yang telah digarap oleh pelaku usaha. Mengikuti branding pariwisata NTB dengan gelaran MotoGP, beberapa hal seperti daya beli dan jangka waktu berwisata masih bisa ditingkatkan.

Peningkatan yang dimaksud terutama terkait materi promosi dan paket wisata yang disiapkan. ‘’Pariwisata kita yang konvensional juga bisa (dijual). Tapi harus ada koordinasi antara ITDC, BPPD, asosiasi dan Dinas Pariwisata,’’ ujar Awan kepada Suara NTB, Jumat, 31 Januari 2020.

Diterangkan Awan, saat ini informasi terkait gelaran MotoGP serta pemesanan tiket secara umum dapat dikatakan masih kurang. Pasalnya, selain memberikan informasi bahwa di NTB akan ada balap motor internasional tersebut, wisatawan juga perlu mengetahui fasilitas-fasilitas pendukung apa saja yang bisa dinikmati selama berwisata nantinya.‘’Itu semua harus benar-benar disiapkan, bahwa Lombok siap menjadi tuan rumah,’’ ujarnya. Melihat pasar wisatawan yang mendominasi pemesanan tiket, Awan memprediksi bahwa MotoGP di NTB akan didominasi oleh wisatawan kelas menengah.

Dengan informasi tersebut, pihaknya mengharapkan agar pemerintah melalui stakeholder terkait, bersama-sama dengan pelaku industri parwisata menyiapkan penawaran dengan harga yang sesuai. Artinya, target peningkatan kualitas barang dan jasa yang ditawarkan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan wisatawan nantinya.

Astindo NTB, sejak beberapa waktu lalu telah mulai mempromosikan MotoGP di NTB. Walaupun begitu, Awan mengakui bahwa sampai saat ini belum ada wisatawan yang membeli paket MotoGP yang baru akan dilaksanakan pada 2021 mendatang.‘’Kita perkirakan akhir tahun (2020) baru mulai ada yang memesan (paket wisata yang berhubungan dengan MotoGP),’’ ujarnya.

Di sisi lain, atensi juga perlu diberikan pada kebiasaan beberapa pelaku usaha yang menaikkan harga tanpa meningkatkan kualitas barang. Dimana hal tersebut sering terjadi jika persiapan menyambut ledakan wisatawan tidak dilakukan dengan baik.‘’Kita harus pastikan fair, artinya apa yang mereka (wisatawan, Red) bayarkan sesuai dengan apa yang mereka dapat,’’ ujar Awan.

Selain itu, untuk meningkatkan penawaran bagi pasar wisatawan yang telah melakukan pemesanan tiket MotoGP maka seluruh pihak yang bergerak di bidang parwisiata ditegaskan harus benar-benar memperhatikan kualitas produk dagangan, yaitu objek wisata. Diantaranya dengan menjaga kebersihan, kualitas barang yang sesuai standar, dan harga barang dan jasa pariwisata yang bersaing.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka, menerangkan bahwa pihaknya juga telah melakukan promosi aktif untuk gelaran MotoGP di NTB. Walaupun begitu, untuk mewujudkan transaksi yang menguntungkan pelaku usaha dan penyelenggara disebut masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut.

Hal tersebut menyangkut informasi harga dan kelas penonton MotoGP di NTB yang belum dirilis oleh penyelenggara, dalam hal ini ITDC dan MGPA. ‘’Kalau sudah tahu harga tiketnya, kami tidak hanya promosi. Kita akan jual ke siapapun,’’ ujar Dewantoro kepada Suara NTB, Jumat, 31 Januari 2020.

Potensi pasar yang diukur dari pemesanan tiket MotoGP sendiri disebut Dewantoro dapat menjadi acuan pelaku usaha dalam menentukan paket wisata. Dicontohkan seperti paket seharga Rp7 juta yang dapat dibuat dengan memasukkan komponen tiket MotoGP dan akomodasi transportasi.‘’Jadi misalnya kita buat paket tiga hari dua malam, Rp7 juta duduk di VIP. Harganya menentukan paket,’’ ujar Dewantoro. Selain itu, mengingat gelaran MotoGP berlangsung hanya satu hari, maka hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk menjual destinasi lainnya di seluruh NTB. ‘’Kita jual MotoGP dan Kuta, tapi ada juga tiga gili, Gili Naggu, Pantai Pink. Kita tidak akan menjual hanya di satu tempat,’’ pungkasnya.(ARS2/Sumber:Suarantb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *