Daerah

Pemkab Lombok Barat dan Pelaku Wisata Kompak Majukan Senggigi

By  | 

PARIWISATA : Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid (tengah) bersama Sekda NTB HL. Gita Aryadi dan Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal saat acara silaturahmi dengan pelaku pariwisata Senggigi, Sabtu (22/2).( Ist/RADAR LOMBOK)

NTB TIMES.COM – Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, mengajak semua pihak terutama para insan media untuk sama-sama mendukung kemajuan pariwisata dengan mengembangkan jurnalisme positif.Bupati mengungkapkan hal itu saat silaturahmi dengan pelaku wisata dan pengusaha hiburan kawasan Senggigi, Sabtu (12/02).

Ajakan pemberitaan positif di media tersebut menurut bupati, menjadi pioner utama terhadap perkembangan dan kemajuan pariwisata daerah khususnya Lombok Barat. Ia mencontohkan tren pemberitaan positif media di daerah lain ternyata membuat pariwisata maju dan berkembang dengan baik.” Beberapa bulan yang lalu saya perintahkan Pak Sekda ke Banyuwangi dipimin Asisten II. Dari hasil kunjungan ke Banyuwangi tersebut disimpulkan bahwa fakta yang mereka saksikan tidak sesuai dari pemberitaan tapi positif. Kita juga begitu, tapi kita sebaliknya negatif. Coba lihat efeknya ke kita, jangankan mendatangkan investor, menariknya saja kita pesimis,” kata Fauzan.

Bupati juga menyoroti kerap kali media memuat berita negatif tentang Senggigi yang merupakan salah satu ikon pariwisata NTB. Ia mencontohkan kasus Metzo, penerangan jalan yang mati, sampah dan lainnya membuat dirinya kecewa. Pasalnya banyak kasus-kasus lokal digeneralisir menjadi persoalan publik dan hal itu dapat mencederai pariwisata NTB.” Mari kita semua jangan suka untuk menggeneralisir hal yang sebenarnya lokal. Itu tidak adil dan seolah-olah menjadi kebijakan.

Mari kita semua bantu NTB dengan target kunjungan pariwisata 4,5 juta,” ungkap Fauzan.

Pertemuan Pemkab dengan insan pariwisata Senggigi berlangsung hangat. Semua sepakat dengan komitmen memajukan pariwisata Senggigi. Hadir di kesempatan ini Sekda NTB, Lalu GitaAryadi. Pada kesempatan ini Gita menambahkan, seringkali permasalahan-permaslahan lokal digeneralisir sehingga menimbulkan pertengkaran dan saling menyalahkan dan lupa dengan apa yang harus dikerjakan.“Sering kali kita lupa pariwisata adalah prioritas pemerintah, tapi sering beri umpan media yang sifatnya hal-hal konflik sehingga membuat satu sama lain saling menyalahkan,” ungkapnya.

Gita yang mantan Kadis Pariwisata NTB ini juga berharap agar semua orang mencontoh Bali. Ketika gempa di Lombok terjadi dan terasa hingga Bali, namun persoalan tersebut dilokalisir dan tidak mengenaralisir.“Terkait isu-isu teknis tentunya Pemprov akan terus melakukan koordinasi baik dengan Pemkab Lombok Barat. Kita ingin Senggigi bangkit kembali, Pemprov tentu akan mendukung,” katanya.

Dalam rangka memajukan pariwisata daerah, Lombok Barat akan membentuk Badan Pengelola Pariwisata (BPP). BPP yang akan dibentuk ini nantinya  khusus terkait dengan kepariwisataan di kawasan Senggigi. Karena memang pariwisata sebagai salah satu sektor basis penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Lombok Barat, khusus kawasan Senggigi yang juga merupakan ikon pariwisata NTB. “ Kedepan Pemkab Lombok Barat akan membentuk Badan Pengelola Pariwisata (BPP) khusus terkait dengan kepariwisataan di kawasan Senggigi, selain itu nantinya juga akan dibentuk semacam link khusus agar Pemkab Lombok Barat bisa terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para pelaku pariwisata yang ada di Senggigi,” kata Bupati Fauzan Khalid.

Bupati mengakui, pihaknya juga banyak mendapatkan masukan dan treatment perencanaan kedepan bagaimana memajukan dan menghidupkan Senggigi kembali. Bupati dua periode ini  berharap kedepannya Pemkab Lombok Barat dapat membantu Pemerintah Provinsi NTB untuk meraih target 4,5 juta kunjungan wisatawan.(ARS2/Sumber:Radarlombok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *