Daerah

Pabrik Kena Corona, Berapa Hari Sampoerna Karantina Rokoknya?

By  | 

NTB TIMES.COM – Manajemen emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menegaskan melakukan karantina produk rokok selama 5 hari sebelum didistribusikan ke konsumen dewasa, atau 2 hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan Covid-19 yang disarankan European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan World Health Organization (WHO).

Dua institusi ini menyatakan bahwa Covid-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.

Karantina ini berkaitan dengan penutupan pabrik Rungkut 2, Surabaya yang dilakukan sejak 27 April 2020. Kebijakan penutupan dan karantina produk itu dilakukan untuk melalukan pembersihan area pabrik setelah ada karyawan yang meninggal lantaran positif Covid 19 dan meninggal dunia “Sejak Pemerintah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di pertengahan bulan Maret 2020, Sampoerna juga telah melakukan berbagai upaya dan menerapkan praktik protokol kesehatan secara ketat di seluruh area kantor dan fasilitas produksi untuk melindungi karyawan kami,” kata Elvira Lianita, Direktur HMSP, dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Senin ini (4/5/2020).

Sebagai informasi, dengan sentimen penutupan pabrik ini, harga saham HMSP terus melemah pada sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin ini (4/5/2020).

Data perdagangan mencatat, pada pukul 10.53 WIB, saham HMSP kembali turun 4,39% di level Rp 1.525/saham. Dengan demikian dalam sebulan terakhir perdagangan, saham HMPS minus 0,65% dan year to date (tahun berjalan) anjlok 27,38%.”Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut,” kata Elvira.

Beberapa langkah yang diambil guna memastikan dukungan kepada karyawan dan melakukan tanggung jawab sosial terhadap komunitas, antara lain dengan memberikan cuti dan tetap menerima gaji seperti biasa bagi karyawan yang terdampak, karyawan yang perlu melakukan karantina mandiri, dan karyawan yang perlu merawat anggota keluarga mereka yang terdampak.

Elvira menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jawa Timur.”Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perseroan juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test Covid-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

Beberapa praktik protokol kesehatan secara ketat diterapkan HSMP di antaranya:

  • Membatasi akses ke fasilitas produksi hanya kepada karyawan yang berkepentingan;
  • Melakukan pengecekan suhu temperatur tubuh ketika memasuki area kantor/produksi;
  • Meningkatkan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi;
  • Melakukan pengelompokan kegiatan kerja (misalnya, pemisahan kelompok kerja, waktu istirahat/waktu makan dan pergantian jadwal shift, dan masih banyak lagi), menyediakan dan memastikan penggunaan perlengkapan perlindungan diri seperti masker dan hand-sanitizer;
  • Menerapkan physical-distancing di seluruh area dan fasilitas produksi seperti kantin, tempat beribadah, serta area berkumpul lainnya. Hal ini juga diterapkan di alat transportasi karyawan yang disediakan oleh perusahaan.
Bagi karyawan produksi, HMSP menerapkan:

– Membatasi akses ke fasilitas produksi;
– Melakukan pengecekan suhu temperatur tubuh ketika memasuki area kantor/produksi;
– Meningkatkan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi;
– Menyediakan masker dan hand-sanitizer;
– Memberikan informasi yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri;
– Menerapkan physical-distancing di seluruh area dan fasilitas produksi seperti kantin, tempat beribadah, serta area berkumpul lainnya. Hal ini juga diterapkan di alat transportasi karyawan yang disediakan oleh perusahaan.

Bagi karyawan non-produksi:
– Menerapkan kebijakan bekerja dari rumah sejak 16 Maret 2020;
– Mengurangi perjalanan bisnis;
– Membatalkan pertemuan/interaksi fisik dan melakukan diskusi secara daring;
– Mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan pribadi serta menjaga jarak sosial/fisik.

Sampai dengan saat ini, data mencatat, total konfirmasi positif Covid-19 di klaster Sampoerna mencapai 66 orang.”Jadi kita update ya semalam ada tambahan 29 karyawan Sampoerna yang positif Covid-19. Hasilnya keluar semalam,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020), seperti dilansir detik.com.

Ia menjelaskan, kini ada total 66 karyawan Sampoerna yang positif Covid-19. Sebelumnya, dari hasil swab 91 karyawan Sampoerna, ada 34 yang positif, 12 negatif dan 46 belum keluar hasilnya. Sedangkan dua orang karyawan yang positif Covid-19 telah meninggal beberapa waktu lalu.”Jadi tambahan 29 ini dari mereka yang menunggu hasil swab di Soetomo. Mereka saat ini ada di salah satu hotel, masih diobservasi di sana. Saat ini dari 64 karyawan positif, 25 sudah dipindah ke rumah sakit. Mereka semua ini harus dirujuk di rumah sakit. Koordinasi terus kita lakukan,” imbuhnya.(ARS2/Sumber: CNBCIndonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *