Religi

Pesantren Didorong Jadi Wadah Penyebaran Teknologi Pertanian

By  | 

Peternakan ayam (ilustrasi). Pesantren didorong jadi pusat penyebaran teknologi sektor pertanian.
Foto: Ditjen PKH Kementan

NTB TIMES. COM – Anggota Komisi IV DPR, Asep Affandi, menuturkan pesantren¬†dapat didorong menjadi tempat penyebaran teknologi pertanian. Hal itu sangat bermanfaat untuk memperluas bakat para santri di bidang pertanian selain ilmu-ilmu agama.”Dunia pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama, akan tetapi mengimplementasikan keterampilan bagi para santrinya, termasuk masalah pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Asep yang juga menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya, Jawa Barat, dalam siaran pers yang disampaikan Kementerian Pertanian, Senin (7/9).

Menurut Asep, ke depan program-program tepat guna seperti budidaya sistem hidroponik, aeroponik, atau kebun vertikal sangat cocok dikembangkan di pondok pesantren.

Jika memungkinkan, Asep merasa perlu adanya program screen house di pondok pesantren disertai penanganan pascapanen untuk semua komoditas yang dikembangkan berikut permodalan dan akses pasar. Hal lain yang tidak kalah penting adalah program penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pertanian di pesantren.

Senada dengan Asep, Anggota Komisi IV, Haerudin, mengatakan, betapa pentingnya penyebaran teknologi pertanian. Salah satunya, kata dia, bisa dengan optimalisasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Taman Sains Pertanian (TSP) yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian.

Selain itu Haerudin juga mengharapkan program-program seperti penyebaran benih-benih unggul maupun bibit unggul ternak bagi masyarakat masih perlu untuk dilanjutkan.

Kepala BPTP Jawa Barat Wiratno menyampaikan, pihaknya siap secara langsung mendampingi pondok pesantren dalam penerapan teknologi yang di miliki oleh Badan Litbang Pertanian.

Salah satu contohnya adalah teknologi bioproduk yang dimiliki Balitbangtan, yang akan diaplikasikan dalam mendukung kebangkitan pertanian organik di wilayah Jawa Barat. “Dari beberapa lokasi uji coba bioproduk pada tanaman padi, hasilnya dapat meningkatkan hasil panen hingga 20 persen,” ungkap Wiratno.

BPTP Jawa Barat, kata dia, juga akan melakukan pengkajian pemanfaatan jamu ternak terhadap ternak-ternak yang ada di pondok pesantren. Jamu ternak itu, kata dia, mampu menambah bobot badan sekaligus mengurangai bau kotoran ternak.”Kita akan berikan Latihan pembuatan jamu ternak tersebut sehingga kedepan dapat dilakukan secara mandiri,” kata dia.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kementan, Thamrin menambahkan, Kementan siap mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui benih-benih unggul sayuran dan teknik budidayanya. “Kami akan coba lakukan percobaan di lahan-lahan milik pondok pesantren,” ungkap Thamrin.(ARS2/Sumber: ROL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *