Berita

Gelar Musda, Muhamadiyyah Lombok Barat Optimis Menggerakkan roda Organisasi

×

Gelar Musda, Muhamadiyyah Lombok Barat Optimis Menggerakkan roda Organisasi

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama saat terselenggaranya Musda Muhammadiyah
Foto Bersama saat terselenggaranya Musda Muhammadiyah

NTB Times, Lombok Barat – Muhammadiyah Kabupaten Lombok Barat menggelar Musda Muhammadiyah yang ke-10 dan Aisyiyah yang ke-9 Lombok Barat. Kegiatan yang rutin di laksanakan rutin 5 tahun sekali itu, menghadirkan semua unsur masyarakat dan pejabat dari tingkat Provinsi dan Kabupaten.

Dikatakan Suryadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (DPM) Lombok Barat, Musda tersebut dalam rangka memilih pemimpin-pemimpin di Lombok Barat yang dianggap mampu menggerakkan roda organisasi, mengembangkan mensiarkan Muhammadiyah dan memajukan Lombok Barat.

“Itu seperti tema yang di usung pada musda kali ini. Dimana tujuannya adalah bermusyawarah kemudian memilih pemimpin itu,” jelasnya saat dikomfirmasi Sabtu (27/5).

Selanjutnya, lanjut Suryadi pemimpin itu dipilih oleh masing-masing permatur. Dimana 53 pemilih yang mewakili masing-masing permatur, yang nantinya memilih 13 pimpinan daerah muhammadiyah.

“Jumlahnya yang 13 itu nanti menjadi pimpinan tetap periode 2022-2027. Hari ini langsung kita akan melakukan sidang pleno pemilihan musda itu sendiri,” ungkapnya.

Dimana untuk prosesnya pun Muhammadiyah sendiri melakukan pembahasan terkait metode pemilihan dan mekanisme seperti apa. Nanti, setelahnya akan ditetapkan pemilihan pemungutan suara sebanyak 53 suara untuk menentukan 13 nama tersebut.

“Yang 13 Nama inilah kemudian ditetapkan menjadi PDM untuk periode berikutnya. Kemudian yang 13 orang ini mereka pleno untuk memilih ketuanya,” jelasnya.

Namun belum tentu suara terbanyak itu menjadi ketua, jika suara terbanyak tersebut tak bersedia diangkat menjadi ketua. Tentunya, lanjutnya kemudian diserahkan ke Musyawirin untuk menentukan siapa yang bersedia menjadi ketua.

“Nah apabila ada 2 atau 3 orang yang bersedia menjadi ketua, itu kemudian di sesuaikan dengan nomor urutnya itu dari yang 13 orang ini, siapa yang nomor 1 nomor 2. Intinya tetap melakukan musyawarah,” jelasnya.

Disinggung mengenai Muhammadiyah mendukung salah satu partai, Suryadi pun menegasakan bahwa Muhammadiyah tetap akan kembali kepada hitohnya. Dimana Muhammadiyah bukan organisasi politik, namun organisasi islam yang akan tetap menjaga marwahnya agar tidak berafiliasi mengarah ke politik tertentu.

“Muhammadiyah tetap posisinya independen. Kalaupun ada kader-kadernya yang ikut itu pribadi perorangan. Yang jelas Muhammadiyah tetap berdiri sendiri tanpa ada ikut partai manapun untuk menentukan arah politiknya,” jelas Suryadi.

Setelah melewati berbagai macam prosesi, dan dari hasil voting yang di lakukan Muhammadiyah Ustad Ahmadi Maya Imran terpilih menjadi Ketua. (ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *